Blogger Backgrounds
WWWW.ZAROULAZAM.BLOGSPOT.COM WWW.ZAROULAZAM.BLOGSPOT.COM WWW.ZAROULAZAM.BLOGSPOT.COM

assalamualaikum BLOGGER..SELAMAT DATANG KE BLOG ...SEMOGA ANDA SEMUA MEMPEROLEH PENGETAHUAN.. :)

Rabu, 30 November 2011

BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ?

Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, " Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. "



" Bohong !" Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah� membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.



Rasulullah bersabda,



" Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya."



Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini.� Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.



1. Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis,pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, "Akankah ia mencintaiku." Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.



2. Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, "Aku mencintaimu". Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, "I LOve You". Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatanpun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, "Apel Mingguan atau Wakuncar ". Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.



3.Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. " buktikan cintamu sayangku". Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na'udzubillah



Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan, dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.



Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :



1. Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?



2. Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? " Aku ingin calon pendamping yang baik-baik" Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi " Aku bukan calon pendamping yang baik" , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?



3. Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari'at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?



4. Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?



5. Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?



6. Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.



Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.



===== Sumber : dari berbagai artikel ...

Akibat Buruk Perbuatan Zina Dan Bagaimana Jalan Taubat Dari Zina

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...

ZINA merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya dan kepada seluruh umat amnya. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina. Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus, hatta, walaupun hanya mendekatinya.



Di antara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah :



* Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa), buruk keperibadian dan hilangnya rasa cemburu.



* Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita.



* Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.



* Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.



* Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.



* Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia.



* Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.



* Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual dan tidak percaya.



* Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihendus oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.



* Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebalik dari apa yang diingininya. Ini adalah kerana, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.



* Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak.



* Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, derhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.



* Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya.



* Aib yang dicontengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada asakan akidah kafir, misalnya, kerana orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya, namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa kerana walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeza dengan orang yang tidak pernah melakukannya.



* Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.



* Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab). Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.



* Pezina laki-laki bererti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.



* Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya.



* Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain.



* Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.



* Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.



HUKUMAN ZINA...



Demikianlah besarnya bahaya dosa zina, sehingga Ibnul Qayyim, ketika mengulas tentang hukuman bagi penzina, berkata: “Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan iaitu:



* Pertama, hukuman mati secara hina (rejam) bagi pezina kemudian diringankan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman, hukuman fizikal yakni dirotan seratus kali dan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun.



* Kedua, Allah secara khusus menyebutkan larangan merasa kasihan terhadap penzina. Umumnya sifat kasihan adalah diharuskankan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun rasa kasihan ini tidak boleh sehingga menghalang dari menjalankan syariat Allah. Hal ini ditekankan kerana orang biasanya lebih kasihan kepada penzina daripada pencuri, perompak, pemabuk dan sebagainya. Di samping itu penzinaan boleh dilakukan oleh siapa sahaja termasuk orang kelas atasan yang mempunyai kedudukan tinggi yang menyebabkan orang yang menjalankan hukuman merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukuman.



* Ketiga, Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud menjadi pengajaran dan memberikan kesan positif bagi kebaikan umat.



BEBERAPA PERKARA PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN....



Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang, demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang melakukannya hanya sekali.



* Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.



* Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), boleh menyalakan api permusuhan dan merosak keutuhan rumah tangganya.



* Berzina dengan jiran lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya.



* Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami kerana perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain.



* Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram.



* Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain.



* Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain.



* Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.



BERTAUBAT...



Bertaubat ini bukan khusus hanya kepada penzina, bahkan kepada sesiapa sahaja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa sahaja dan apa sahaja yang boleh menarik ke arah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, dan ingatlah, tidak ada istilah ‘putus asa’ dalam mencari rahmat Allah.



Allah berfirman, mafhumnya:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS. 25:68-70)



Cara menjaga diri dari Zina...



1. Tidak berduaan antara lawan jenis yang bukan muhrim karena pasti pihak ketiganya adalah syaitan.



2. Tidak bersentuhan anggota badan baik secara langsung (menyentuh kulit) maupun tidak langsung (menyentuh baju), juga termasuk tidak diperbolehkannya bersalaman antara lawan jenis yang bukan muhrim.



3. Tidak h mendatangi/menjumpai lawan jenis kecuali kalau ada keperluan atau urusan yang penting/mendesak (itupun cukup sebentar saja jangan berlama-lama apalagi ngobrol muter-muter hal yang tidak perlu).



4. Selalu menjaga pandangan dari hal-hal yang haram (termasuk dalam hal ini memandang wanita secara sengaja). Awas...! Pandangan adalah panah iblis yang mampu menjerat hati manusia. Oleh karena itu kita harus senantiasa bisa menundukkan pandangan kita dan menjaga kemaluan kita.



5. Jaga jarak, dan berkata-katalah secara baik-baik kepada lawan jenis. Tidak boleh ada unsur rayuan apapun dan wanita tidak boleh berbicara kepada laki-laki dengan nada berdesah/mendesah. Serta kalau berbincang-bincang kepada lawan jenis jangan kelamaan cukup yang perlu-perlu saja.



6. Sekali lagi dalam berteman/bergaul dengan lawan jenis harus mamatuhi syariat islam termasuk yang saya tulis dari no.



1-6. Baik laki-laki atau wanita diwajibkan menutup auratnya, wanita menutupkan kain kerudung kedadanya dan tidak boleh menampakkan daripadanya perhiasannya kecuali kepada muhrimnya yang biasa nampak daripadanya.



Pacaran, Mendekati Zina...



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”(HR. Muslim no. 6925)

Selasa, 29 November 2011

MUKADDIMAH

Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada manusia tentang keesaan Allah SWT dan membina mereka agar melaksanakan ajaran-Nya. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur’an,


"... ialah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan." (Q.S. Al Ahzab : 39).


Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya. Para Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat wajib dan 4 sifat mustahil, serta satu sifat jaiz, yaitu :


1.Shiddiq (benar), Mustahil ia Kizib (dusta).


2.Amanah (dapat dipercaya), mustahil Khianat (curang).


3.Tabliqh (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), Mustahil Kitman (menyembunyikan Wahyu).


4.Fathonah (Pandai/cerdas), Mustahil Jahlun (Bodoh).


5.Bersifat jaiz yaitu Aradhul Basyariyah (sifat-sifat sebagaimana manusia).



Di dunia ini telah banyak Nabi dan Rasul telah diturunkan, tetapi yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah sebanyak 25 Nabi dan Rasul, yaitu :


Nabi Adam as


Nabi Idris as


Nabi Nuh as


Nabi Huud as


Nabi Shaleh as


Nabi Ibrahim as


Nabi Ismail as


Nabi Luth as


Nabi Ishaq as


Nabi Ya’qub as


Nabi Yusuf as


Nabi Syu’aib as


Nabi Ayyub as


Nabi Dzulkifli as


Nabi Musa as


Nabi Harun as


Nabi Daud as


Nabi Sulaiman as


Nabi Ilyas as


Nabi Ilyasa as


Nabi Yunus as


Nabi Zakaria as


Nabi Yahya as


Nabi Isa as


Nabi Muhammad saw


Isnin, 28 November 2011

JAAFAR ABU TALIB DIBERI SAYAP SURGA














JAAFAR bin Abi Talib atau dikenali dengan gelaran Jaafar at- Taiyar merupakan sepupu kepada Rasulullah SAW. Beliau bukan sahaja mempunyai bentuk badan dan raut wajah yang menyerupai Rasulullah, malah perangainya juga seakan-akan sama dengan baginda.


Beliau adalah seorang pemuda yang jujur, amanah, bijak, dan termasuk salah seorang pelopor ternama Islam.

Jaafar memeluk Islam bersama-sama dengan isterinya Amma binti Umais pada hari yang sama. Mereka berdua bersama-sama menanggung segala pahit perit dengan ketabahan tanpa memikirkan bilakah penderitaan itu akan berakhir.

Mereka juga telah menyertai rombongan awal kaum Muslimin untuk berhijrah ke Habsyah (Ethiopia) dan tinggal di sana selama beberapa tahun. Pasangan itu dikurniakan tiga orang anak iaitu Muhammad, Abdullah dan Auf.

Selama berada di Habsyah, Jaafar menjadi jurubicara yang lancar dan sopan sesuai dengan panji Islam yang dipegangnya. Itulah nikmat Allah yang tidak ternilai dikurniakan kepadanya. Ini berlaku semasa penghijrahan kaum Muslimin ke Habsyah.

Penghijrahan itu membuatkan puak Quraisy berasa tidak senang hati. Maka mereka pun menghantar utusan untuk mempengaruhi dan memperdayakan pemerintah Ethiopia. Pemerintah Habsyah ketika itu bernama Najashi (Negus) yang menganut agama Nasrani.

Utusan puak Quraisy telah membawa banyak hadiah untuk memujuk pemerintah Habsyah agar tidak membenarkan kaum Muslimin tinggal di sana.

Najashi sebagai pemerintah telah mengadakan satu pertemuan. Pertemuan itu dihadiri oleh kaum Muslimin, puak Quraisy dan pemimpin-pemimpin agama Najashi.

Pada kesempatan itulah, puak Quraisy telah berkata: “Wahai Raja yang mulia, telah menyusur ke negeri paduka orang yang bodoh dan tolol. Mereka tinggalkan agama nenek moyang dan tidak pula menganut agama paduka, tetapi mereka membawa agama baru yang tidak pernah kami kenali.”

Najashi pun bertanya kepada kaum Muslimin: “Agama apakah yang kamu bawa yang bukan agama kami?”

Jaafar pun bangkit berdiri dan menjawab dengan sopan serta lancar sekali.

Katanya: “Wahai paduka yang mulia. Dahulu kami memang orang-orang bodoh dan jahil, kami menyembah berhala dan melakukan bermacam-macam perkara lagi.

“Tetapi kini Allah SWT mengirimkan seorang rasul untuk membimbing kami ke jalan yang benar. Kami menerimanya dan oleh sebab itulah kaum kami memusuhi kami. Lantaran itulah kami berpindah ke negeri paduka.”

Najashi pun bertanya lagi: “Apa pandangan kalian tentang Isa?”

Jaafar pun bangkit lagi: “Baginda ialah seorang hamba Allah dan Rasul-Nya serta kalimah-Nya yang ditiupkan kepada Maryam dan roh daripada-Nya.”

Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, Najashi berpuas hati dan membenarkan mereka terus tinggal di Habsyah.

Jaafar telah syahid ketika menyertai peperangan Muktah. Beliau berjuang hingga ke titisan darah yang terakhir. Walaupun beliau cedera, namun panji Islam masih tetap dipeluk kukuh di celah-celah pangkal dada dan lengannya. Pada waktu itu, kedua-dua belah tangannya telah pun putus dipotong oleh pihak musuh.

Ketika beliau syahid, terdapat lebih 90 kesan tikaman pada seluruh badannya.

Rasulullah menyifatkan kedudukan Jaafar sebagai burung bersayap dua di syurga.

MENGAPA SAYA SAYANG ISLAM


"Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya." (Surah Al-Baqarah : 255)

Saya dipertemukan dengan seorang yang mempunyai masalah kemurungan sehingga dia lebih cenderung untuk keluar dari Islam. Dalam sesi berbual, dia bertanyakan satu soalan yang tidak terfikir dalam 'kepala otak' saya. Soalan ini juga membuat saya terfikir, apa yang boleh membuatkan orang bukan Islam mahu masuk Islam? Adakah kerana jubah? Tasbih? Kejayaan politik?

Soalannya, "kenapa awak mencintai Islam?" Saya terpaku beberapa ketika.... (diringkaskan) dan kemudian menjawab seperti di bawah ini dengan sedikit pengubahsuaian supaya lebih dramatik. Jika anda mungkin ditanya soalan yang sama atau anda mungkin bertanya pada diri sendiri, mungkin sedikit sebanyak dapat membantu.


1. Islam Membawa Berita Gembira Pada Saya

Islam adalah cara hidup yang benar-benar diperlukan oleh setiap manusia yang inginkan kehidupan yang bahagia seterusnya ke arah masyarakat yang harmoni.

Adakah wujud satu kitab yang menghimpunkan ilmu, sejarah peradaban, akhlak dan adab, perdagangan, kejadian bangsa-bangsa terdahulu, makanan dan minuman, undang-undang, hukuman dan pelbagai lagi berkaitan dengan kehidupan untuk kita jadikan pelajaran? Belum lagi dikira kehidupan sebelum kehidupan dan kehidupan selepas mati.

Firman Allah S.W.T :

"Sebuah Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya satu persatu; iaitu Al-Quran yang diturunkan dalam bahasa Arab bagi faedah orang-orang yang mengambil tahu dan memahami kandungannya. Ia membawa berita yang menggembirakan (bagi orang beriman) dan membawa amaran (bagi orang yang ingkar)." (Surah Al-Fussiliat : 3-4)

Sejarah membuktikan sebelum datangnya Islam, manusia hidup penuh huru-hara. Undang-undang buatan mereka hanya agak-agak sahaja, sehingga anak-anak perempuan dibunuh, wanita datang haid hendaklah diasingkan, orang yang beribadah tidak boleh berkahwin dan sebagainya.

Firman Allah S.W.T :

"Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya). Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lohmahfuz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah." (Surah Az-Zukhruf : 3-4)

Firman Allah S.W.T :

"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Surah Al-Qamar : 17)

Datangnya Islam membawa lembaran baru buat manusia, bukan sahaja membawa perubahan dalam ibadah, tetapi juga sistem pemerintahan, ekonomi, pendidikan dan sosial kemasyarakatan sehingga membentuk sebuah tamadun.Tamadun Islam. Itulah yang dimaksudkan dengan berita gembira iaitu; memisahkan antara haq (benar) dengan yang bathil.


2. Islam Membantu Saya Membezakan Kebenaran (Haq) Dan Kebatilan

Kekuasaan Allah Yang Maha Pemurah dapat dilihat di mana-mana. Seluas mata memandang ke langit, lautan dan bumi, maka setiap satunya terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Di langit,

Firman Allah S.W.T :

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu." (Surah Ar-Ra'd : 2)

Adakah kekuatan lain yang meninggikan langit tanpa tiang? Adakah batu (musyrik) yang boleh ditinggikan menopang langit? Adakah wang ringgit (taghut) mampu membuat tiang setinggi langit?

Di lautan,

Firman Allah S.W.T :

"Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur." (Surah An-Nahl : 14)

Kita juga disuruh mencari rezeki yang halal. Salah satu kurniaan Allah S.W.T adalah dari dalam lautan. Baik dari segi makanan mahupun perhiasan, semua boleh diniagakan untuk mendapat keuntungan daripada merompak, memeras dan kekejian yang lain.

Di bumi,

Firman Allah S.W.T :

"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk." (Surah An-Nahl : 15)

Siapakah yang memasakkan bumi ini dengan gunung agar daratan dan lautan tidak turut berpusing dan berkocak ketika bumi berputar pada paksinya? Adakah ini terjadi secara kebetulan (Ateis)?

Firman Allah S.W.T :

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat." (Surah Al-Baqarah : 256)
Kebenaran dan kebatilan telah jelas, segala dalil dan buktinya dapat diperhatikan dimana-mana, di sekeliling dan juga pada diri kita sendiri. Kemudian dia bertanya, "Kenapa mesti Al-Quran? Kenapa kita (orang Islam), sikit-sikit bawa Al-Quran sebagai dalil. Kalau Taurat dan Injil dari Allah, tentu kita boleh guna juga?" Bagi saya jawapannya merupakan satu soalan, iaitu;


3. Kenapa Tiada Kitab Lain Selepas Al-Quran?

Semua manusia mengakui (kecuali Ateis dan segelintir penyembah Taghut) akan kebenaran kitab Taurat, Injil dan Al-Quran sehingga mustahil seluruh penduduk bumi berpakat bersama akan kebenarannya.

Ini kebenaran yang tidak dapat disanggah. Tapi pernahkah kita terfikir kenapa ada kitab lain selepas Taurat? Kenapa ada kitab lain selepas Injil? Tetapi, kenapa tiada lagi sesudah Al-Quran?

Firman Allah S.W.T :

"Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-redhai Islam itu jadi agama bagimu." (Surah Al-Maidah : 3)

Firman Allah S.W.T di atas adalah jawapan mengapa tiada lagi kitab selepas Al-Quran. Turunnya Al-Quran menandakan kesempurnaan kehidupan yang diperlukan oleh manusia, melalui secara bertahap (suhuf-suhuf, Taurat dan Injil) mengenai kehendak Allah S.W.T. Inijuga menjadi dalil tiada lagi nabi selepas Nabi Muhammad S.A.W. Tapi, tak cukupkah kitab Taurat dan Injil itu? Kenapa mesti diturunkan Al-Quran?

Firman Allah S.W.T :

"Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami (Nabi Muhammad s.a.w) menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan." (Surah Al-Maidah : 15)

Firman Allah S.W.T :

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Surah Al-Hijr : 9)

Fahami sendiri dua firman Allah S.W.T di atas.


4. Islam Mengajar Saya Tentang Akhlak Pergaulan

Kedatangan Islam dalam kehidupan telah memberi ilmu tentang akhlak yang terpuji. Dahulu, kebanggaan kekayaan menjadi bualan, umpatan dan kejian menjadi mainan, kemudian datanglah Islam memberi ketenangan.

Firman Allah S.W.T :

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (Surah Al-Humazah : 1-4)

Berhati-hatilah sesiapa yang suka mengumpat, mengeji dan yang mencari harta sehingga lalai pada perintah Allah, kerana Allah S.W.T menjamin Huthamah. Nabi S.A.W bersabda, orang yang kita ceritakan keburukannya itu adalah umpatan. Jika tidak benar dipanggil fitnah, jika benar dipanggil mencela.

Melalui Al-Quran juga Allah S.W.T menyuruh hambaNya berbuat baik pada ibu-bapa, keluarga, jiran dan seluruh masyarakat tidak kira Islam mahupun bukan Islam (yang tidak memerangi Islam).

Firman Allah S.W.T :

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (Surah An-Nisa' : 36)

Dilarang sama sekali bersikap sombong, meninggikan diri yang sama sikapnya dengan syaitan yang dilaknat dan kekal dalam neraka ketika enggan sujud dan patuh pada perintah Allah S.W.T.

Pergaulan yang mesra akan menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepercayaan pada kita. Janganlah bercakap sesuatu yang menimbulkan provokasi dan sesuatu yang tidak disukai, seperti mencela perbuatan, idea, tindakan dan apa yang boleh menjatuhkan maruahnya kerana kita tidak tahu isi hati orang lain dan apa yang difikirkannya.

Selain itu, janganlah pula kita mudah sangat berasa tersinggung dengan apa yang orang lain katakan pada kita, kerana manusia memang perlukan pujian dan kritikan. Pujian bagi meningkatkan motivasi dan kritikan dapat membendung perasaan kagum dan riak.

Ini salah satu saja, sila rujuk kitab (Nashaihul 'Ibad – Imam Nawawi) banyak lagi yang boleh dipelajari.


5. Islam Diikat Dengan Kasih Sayang Persaudaraan

Umat Islam semua bersatu padu di bawah kalimah Laa ilaa ha il lallah, muhammadar rosulullah dan menghadap kiblat yang sama. Persaudaraan ini terjalin atas kasih sayang yang murni melalui Al-Quran.

Firman Allah S.W.T :

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (Surah Al-Hujuraat : 10)

Firman Allah S.W.T :

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Surah An-Nisa' : 1)

Allah S.W.T juga menjanjikan rahmatnya pada sesiapa yang mendamaikan pertelingkahan sesama kita. Sebaliknya pula, kita dilarang memutuskan tali silaturrahim dengan ancaman dilaknati dan dimatikan hatinya agar tidak dapat mendengar dan memahami Al-Quran.

Firman Allah S.W.T :

"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka." (Surah Muhammad : 22-23)

Hadith :

"........sayangilah penduduk bumi, nescaya kalian disayangi penduduk langit......." (Imam Ahmad, dinukil dari tafsir Ibn Katsir)


6. Islam Mengajar Saya Menghargai Waktu

Tiada siapa yang lebih berdisplin daripada orang yang menjaga waktu solatnya. Secara tak langsung pengamalan menjaga waktu solat ini terbawa dalam kehidupan seharian dalam menghargai waktu.

Firman Allah S.W.T :

"Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." (Surah Al-'Asr : 1-3)

Imam As-Syafi'I berkata :

"Seandainya manusia benar-benar memahami surah ini, nescaya surah ini mencukupi bagi mereka."

Hadith yang paling umum dan paling ramai orang menghafal, tapi paling sikit yang ambil iktibar. Kita lebih suka mendengar apa yang dikatakan oleh orang bukan Islam dari Nabi S.A.W, kemudian cuba mengait-ngaitkan dengan kehebatan Islam kononnya.

Hadith :

"Ambillah peluang yang lima, sebelum lima : Masa muda sebelum tua, sihat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati dan lapang sebelum sibuk." (Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dinukil dari Nashaihul 'Ibad-Imam Nawawi)

Hadith ini benar-benar menyuruh kita agar memanfaatkan masa dan mencakupi seluruh faktor kehidupan, dari akil baligh hingga mati.


7. Islam Membantu Saya Menenangkan Hati


Al-Quran yang diturunkan bukan sahaja menjadi peringatan dan petunjuk, malah boleh juga dijadikan penawar baik dari segi zahir dan batin. Penawar bagi keresahan, ketakutan, kegelisahan selama ini yang bertumpuk-tumpuk, dengan mudah hilang dengan Al-Quran.

Firman Allah S.W.T :

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (Surah Ar-Ra'd : 28)

Ahad, 27 November 2011

BUKTI - BUKTI KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DALAM KITAB AGAMA LAIN

Sebenarnya, terutusnya Nabi Muhammad ke dunia ini dah dirakamkan di dalam pelbagai kitab purba.Allah swt telah berfirman di dalam al-quran bahawa tiada satu kaum pun yang tidak menerima ajaran tauhid. Oleh itu tidak mustahil jika kedatangan nabi Muhammad telah dirakamkan dalam pelbagai kitab purba pelbagai kaum.

1 ) Nabi Muhammad dalam Agama Hindu

Ramalan Terpenting

Kalky Autar

Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yg sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari ALAHABAD University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yg ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca : autar). “av” artinya : turun. “tr” artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalky Avtar artinya adalah : “utusan terakhir”.

Ayat –ayat hindu yang jelas menyatakan tentang nabi Muhammad dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :

“Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yg berada di lingkungan itu, yg kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dg tanaman semak2x/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).” (Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27)

Beliau adalah cendikiawan yang menaiki unta. Ini menunjukkan beliau bukan seorang bangsawan India. Dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahawa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keldai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tetapi seorang yang asing.

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan bahawa di dalamnya terdapat istilah “akkaru” yang bermaksud “yang mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10,000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yang berjumlah 10,000 orang tanpa pertumpahan darah

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan bahawa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Ini mengarah kepada nabi Muhammad yang seorang yatim sejak lahir dan maksud nama Muhammad/Ahmad adalah bermaksud terpuji, yang akan mengalahkan ketua suku-suku di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20 suku.
Kalki memusnahkan patung ( Kalki Avtar )

Dalam versi 2 dan 4 Kalki Purana (bahagian 3, Bab 16) ada menyatakan bahawa:
  1. Apabila Kalki menjadi pemerintah, setiap orang akan suka kepadanya. Vedas, agama dan kebenaran terus hidup.
  2. Patung-patung dimusnahkan, pemujaan dihentikan.
  3. Amalan agama seperti Tanda Tilak (amalan Hindu tanda di dahi) juga tiada kelihatan lagi.


2 ) Nabi Muhammad dalam Agama Zorester ( Majusi ) Parsi

Sementara itu pula di dalam kitab Dasatir salah sebuah kitab suci agama Zoroaster (Zoroastrianism) iaitu kitab agama orang-orang Parsi purba ada menyebut seperti berikut:


“Bahawa umat Zoroaster ketika mereka membuang agama mereka, mereka menjadi hina dan lemah, kemudian bangkitlah seorang di Tanah Arab menewaskan pengikutnya (pengikut-pengikut Zoroaster) dan orang-orang Parsi dan menundukkan pula orang-orang Parsi yang sombong. Selepas daripada api dalam kuil-kuil mereka, mereka mengarahkan pula muka mereka ke arah Kaabah Ibrahim yang telah dibersihkan daripada berhala-berhala, ketika itu mereka menjadi pengikut-pengikut bagi Nabi (Muhammad) yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan menguasai orang-orang Parsi, menakluki Madain, Tus dan Balk iaitu tempat suci bagi orang-orang Zoroaster dan yang berjiran dengan mere ka. Dan Nabi mereka sesungguhnya adalah bijak bercakap, ia bercakap dengan mukjizat-mukjizat


Nabi Muhammad dalam Kitab Taurat

Dalani kitab Taurat Ulangan iaitu kitab suci agama Yahudi fasal 18 Tuhan telah berIirman kepada Nabi Musa, katanya :

Taurat

“Bahawa aku (tuhan) akan bangkitkan bagi mereka itu (dan seluruh insan di dunia ini) seorang Nabi dari kalangan saudara mereka (orang-orang Arab) yang seperti engkau (Musa) dan aku akan menjadikan segala flrmanku dalam mulutnya, dan ia pun akan menyatakan kepada mereka segala yang aku pesankan.
Nabi Muhammad dalam kitab Injil Yahya

Tetapi aku (Isa) ini mengatakan yang benar kepadamu (pengikut-pengikut Isa) bahawa berfaedahlah bagi kamu jika aku ini pergi, kerana jika aku tiada pergi tiadalah Paraclete itu akan datang kepadamu, tetapi jika aku pergi aku akan men yuruh dia kepadamu. Paraclete ( Orang yang terpuji )

Darihal hukuman sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan. Maka ada lagi banyak perkara yang hendak kukatakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada boleh kamu menanggung dia. Melainkan apabila ia pun datang, iaitu Roh Kebenaran, maka ia akan membawa kamu (manusia kemudian) pada jalan segala kebenaran. Ayat ini menghuraikan bahawa Roh Kebenaran yang dikatakan datang tadi akan melanjutkan kerja-kerja Nabi Isa.


Nabi Muhammad Dalam Injil Barnama

Sesungguhnya telah datang Nabi-Nabi semuanya melainkan seorang Rasul yang akan datang sesudahku (Isa) nanti.

Injil Barnabas
“Jesus Christ (Isa) berkata, Janganlah bergoncang hati kamu (murid-murid Isa) dan janganlah kamu takut, kerana bukan aku menjadikan kamu, tetapi Tuhan (Allah) yang men] adikan kamu. Adapun tentang diriku sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi Utusan Tuhan (Rasulullah) yang akan datang membawa kelepasan bagi dunia. Tetapi awas kamu ditipu orang kerana akan datang beberapa banyak Nabi dusta, mereka mengambil perkataanku dan mengaturkan Injilku.

Ketika itu berkata Andraus, “Wahai Guruku, sebutkanlah bagi kami satu tanda supaya kami (manusia kemudian) kenal akan dia. Maka jawab Isa, “Sesungguhnya dia tidak datang pada masa kamu ini tetapi ia akan datang kelak berbilang tahun selepas masa kamu, iaitu di waktu dirosakkan orang Injilku dan hampir tidak didapati lagi tiga puluh orang mukmin (pengikut-pengikut Isa yang tulen). Di waktu itulah Tuhan (Allah) merahmati dunia ini, maka diutus-Nya-lah Rasul-Nya yang tetap, awan putih di atas kepalanya mengenal akan dia salah seorang pilihan Tuhan (Allah) dan dialah yang akan menzahirkan kepada dunia. Dan ia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk menewaskan orang-orang jahat dan ia akan menghapuskan penyembahan berhala dari dunia ini.

Sesungguhnya aku menyukai yang demikian, kerana dengan perantaraannya akan diterangkan dan dimuliakan orang akan Tuhan (Allah) dan Ia menyatakan kebenaranku. Dan ia akan menghukum sekalian orang yang berkata bahawa aku orang yang lebih besar daripada manusia (sama dengan TuhanInjil Bamaba, 163)

Nabi Isa berkata kepada murid-muridnya, tatkala manusia memanggil aku Tuhan (Allah) dan Tuhan Anak (Anak Allah) aku tidak ada lagi di dalam alam mi. Tuhan (Allah) mengolok-olokkan manusia di alam ini dengan kematian Yahuda. Mereka beriktikad bahawa akulah yang mati tersalib itu, supaya tidak lagi syaitan mengolok-lokkan aku di hari Qiamat nanti. Aku tetapkan begini selamanya hingga datang “Muhammad Rasulullah . Apabila Muhammad datang terbukalah rahsia tipuan ini bagi mereka yang beriman dengan agama Tuhan (Allah).


3) Nabi Muhammad dalam Agama Buddha
Tradisi Budha
Maksud Buddha ialah Orang yang diberi petunjuk. Dalam tradisi Budha, pemimpinnya sendiri Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) tercantum bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Cakkavatti-Sihanada Suttana memberinya nama “Meteyya”. Kedua kata ini bermakna “pemberi rahmat”. Dengan merujuk kepada sejarah kehidupan Muhammad saw, kentara sekali beliau adalah orang sangat penyayang dan al-Quran juga menyebut-nyebut fakta ini.

Ada sejumlah kesamaan lebih jauh, seperti yang terbaca dalam kitab suci kaum Budha: “Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah ribuan orang (sekarang tentunya jutaan). Ada sejumlah kesamaan lain yang akan diuraikan di bawah.

seorang Budha yang tercerahkan itu dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi saw acap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi saw tidak pernah meninggalkan shalat malam. Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.

Gautama Buddha berkata

Dalam Chakkavantti Sinhnad Suttanta D. 111, 76, menyatakan yang bermaksud,” Akan lahir ke dunia ini seorang Buddha yang dikenali dengan nama “Maitreya”. Maitreya ini ialah seorang yang suci, seorang yang tertinggi dalam kuasa, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, yang bertuah dan yang mengenali alam ini dan apa yang Maitreya ini dapat daripada alam ghaib beliau akan sebarkan risalah ini ke seluruh alam. Maitreya ini akan dakwahkan agama beliau yang agong ini daripada awal hingga keakhir. Buddha berkata bahawa Maitreya ini akan memperkenalkan satu cara hidup yang sempurna dan suci sebagaimana aku (Buddha) memperkenalkan agama aku. Pengikut Maitreya ini lebih ramai daripada pengikut aku (Buddha)”.

Gautama Buddha sendiri berkata :

Ini dijawab oleh Gautama Buddha yang bermaksud, “Saya bukanlah Buddha yang pertama atau yang akhir yang didatangkan ke dunia ini. Selepas aku seorang Buddha lagi akan dihantar ke dunia ini. Dialah seorang yang kudus atau suci, yang mempunyai kesedaran yang tinggi, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, mempunyai akhlak yang baik, yang mengenali alam ini, pemimpin manusia yang bijaksana , yang dikasihi oleh malaikat dan makhluk lain. Dia akan mengajar kepada kamu semua satu agama atau kebenaran yang kekal abadi serta terpuji. Agama yang diajar oleh Buddha ini akan menjadi satu cara hidup yang sempurna dan suci. Kalau anak murid aku beratus-ratus tetapi anak murid Buddha ini ialah beribu-ribu”.
You might also like:

APA ERTINYA MENJADI MISKIN

Suatu hari, seorang bapa dari sebuah keluarga yang kaya raya membawa anak lelakinya ke dalam sebuah kampung dengan tujuan menunjukkan kepada anaknya itu kehidupan orang-orang miskin. Mereka bermalam selama beberapa hari di sebuah ladang yang didiami oleh golongan yang sangat miskin.

Di dalam perjalanan pulang, si ayah bertanya kepada anaknya, "Macam mana percutian kita kali ni?"

Si anak menjawab, "Menarik dan hebat, ayah,"


"Kkamu sudah melihat sendiri bagaimana susahnya kehidupan mereka yang tidak berharta?"

"Ya,"

Bertanya lagi si ayah, "Jadi, apa yang kamu dapat kali ni?"

Lalu si anak tadi memberikan jawapan yang agak panjang,

"Kita ada dua ekor anjing dan mereka ada empat. Kita ada kolam yang terletak di tengah-tengah taman tetapi mereka mempunyai sungai yang tidak berpenghujung. Kita ada lampu yang diimport di taman kita tetapi mereka ada bintang-bintang di langit pada waktu malam. Keluasan tanah kita sehingga ke halaman hadapan tetapi mereka mempunyai keluasan sehingga ke kali langit,"

"Kita tinggal cuma di atas tanah yang kecil sedangkan mereka mempunyai padang yang sangat luas saujana mata memandang. Kita ada pembantu untuk membantu kita tetapi mereka memberi pertolongan, bukan meminta. Kita membeli makanan kita tetapi mereka menanam sendiri makanan mereka. Kita ada dinding sahaja untuk melindungi kita sedangkan mereka mempunyai sahabat handai yang melindungi mereka,"

Si ayah terdiam mendengar jawapan anaknya. Si anak tersebut kemudiannya berkata, "Terima kasih, ayah, kerana menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita,"

TEKAN SINI